👨🌾 Panduan Petani — Batas Jual Minimum Rp 7.000
Sebagai petani, kamu butuh harga jual minimal Rp 7.000/kg agar tidak rugi.
Garis merah putus-putus di grafik harga menunjukkan batas itu. Berikut bulan yang aman & berisiko:
✅ Bulan AMAN — harga selalu ≥ Rp 7.000
❌ Bulan RUGI — harga sering < Rp 7.000
💡 Saran atur tanam: usahakan panen jatuh di Februari–Juli (harga dijamin di atas 7.000, sering 15–16 ribu).
Hindari panen September–November — saat panen raya serentak harga ditekan di bawah modal.
% hari dengan harga ≥ Rp 7.000 per bulan
Pola Musiman Per Tahun — Konsisten atau Bergeser?
Rata-rata harga per bulan, dipisah per tahun (2024, 2025, 2026)
📌 Kesimpulan Pola & Panduan Keputusan
Pola 1 · Musim mahal vs musim murah (paling penting)
Harga tomat di Banggai mengikuti siklus musiman yang jelas dan berulang.
✅ Keputusan: beli/stok saat September–November (murah), jual saat April–Juli (mahal).
Pola 2 · Besar peluang marginnya
Kalau timing beli-jual tepat, selisih harganya signifikan.
Alasan: harga tomat sangat elastis terhadap pasokan — saat panen raya harga bisa anjlok sampai sepertiga, saat pasokan menipis bisa naik 2× lipat.
Pola 3 · Musimnya konsisten arah, tapi bisa geser 1–2 bulan
Pola "tinggi pertengahan tahun, rendah akhir tahun" konsisten, tapi bulan persisnya bergeser tiap tahun.
💡 Keputusan: jangan terpaku satu bulan persis — pantau grafik 3 bulan terakhir untuk konfirmasi arah sebelum transaksi besar.
Pola 4 · Pasar Unjulan cenderung lebih mahal dari Simpong
💡 Keputusan: untuk beli, bandingkan dulu kedua pasar — Simpong sering lebih murah. Untuk jual, Unjulan sering menawarkan harga lebih tinggi.
Pola 5 · Titik ekstrem & fluktuasi
Rentang Rp 4.000–28.000 (7× lipat) menunjukkan tomat adalah komoditas berisiko tinggi — potensi untung besar, tapi juga bisa rugi besar kalau salah timing.